Selasa, 02 Desember 2014

METODE PERPOTONGAN KE BELAKANG

PERPOTONGAN KEBELAKANG

Titik P diikat dengan cara ke belakang pada titik A, B, dan C. Buatlah sekarang suatu lingkaran sebagai tempat kedudukan melalui titik-titk A, B dan P hubungkanlah titik P dengan titik C maka garis CP dimisalkan memotong lingkaran tadi di titik H yang di namakan titik penolong Collins.
besar sudut ᾀ dan β

Untuk menentukan koordinat-koordinat titik H yang telah di gabungkan dengan titik tertentu C, tariklah garis AH dan BH. Maka sudut BAH = β dan sudut ABH sebagai sudut segiempat tali busur dalam lingkaran sama dengan 180o - ( + β ) dengan demikian sudut-sudut pada titik pengikat A dan B diketahui, hingga titik H diikat dengan cara kemuka pada titik-titik A dan B. Sekarang akan dicari koordinat-koordinat titik P sendiri. Supaya titik P diikat dengan cara ke muka pada titik A dan B, maka haruslah diketahui sudut BAP dan sudut ABP, ialah sudut-sudut yang ada pada titik yang telah tentu. Sudut ABP akan dapat di hitung bila diketahui sudut BAP.
Garis bantu metode Collins

Untuk menentukan koordinat P dari A, B dan C dipergunakan metoda perpotongan ke belakang secara numeris Collins dan cara grafis Lingkaran melalui A, B dan P memotong garis PC di H, yang selanjutnya disebut titik penolong Collins. Titik penolong Collins ini dapat pula terletak pada garis PB atau PA. Masing-masing lingkaran. Melalui titik A, C dan P serta melalui titik B, C dan P dengan data pada segitiga ABH dapat dihitung. Titik A telah diketahui koordinatnya yaitu ( Xa,Ya ). Selanjutnya akan dicari koordinat titik H. Apabila jarak kedua koordinat tersebut adalah dah, dan sudut jurusan yang dibentuk oleh kedua titik tersebut adalah  ah.
Maka koordinat titik H tersebut adalah
Xh = Xa + dah sin  ah
Yh = Ya + dah cos  ah
Penentuan koordinat H dari titik A

ᾀ ah dapat dicari dengan rumus :
ᾀ ah = ᾀ ab + β
seperti terlihat pada gambar berikut :
Menentukan sudut ah

Sedangkan sudut jurusan ᾀ ab sendiri dicari dengan rumus :

Untuk mencari dah, diperlukan nilai dab sehingga dah dapat ditentukan dengan menggunakan perbandingan antara sinus sudut dengan garis sehadap sudut tersebut.
Menentukan rumus dah

Dari gambar di atas dapat dijelaskan bahwa terdapat persamaan sebagai berikut :

Perhitungan diatas untuk menentukan titik H yang dicari dari titik A, yang sebetulnya dapat pula dicari dari titik B, yaitu dengan rumus :
Xh = Xb + dbh sin ᾀ bh
Yh = Yb + dbh cos ᾀ bh
Penentuan koordinat H dari titik B

ᾀ bh dapat dicari dengan rumus :
ᾀ bh = ᾀ ab + (ᾀ + β )
seperti terlihat pada gambar berikut :
Menentukan sudut bh

Untuk mencari dbh, diperlukan nilai dab sehingga dbh dapat ditentukan dengan menggunakan perbandingan antara sinus sudut dengan garis sehadap sudut tersebut. Dari gambar berikut dapat dijelaskan bahwa terdapat persamaan :

Menentukan rumus dbh

Sehingga

Setelah koordinat titik penolong Collins H diketahui, selanjutnya menentukan koordinat titik P, yang dapat dicari dari titik A maupun B. Bila dicari dari titik A, maka rumusnya adalah :
Xp = Xa + dap sin ᾀ ap
Yp = Ya + dap cos ᾀ ap
Penentuan koordinat P dari titik A

ᾀ ap dapat dicari dengan rumus :
ᾀ ap = ᾀ ab + ˠ seperti terlihat pada gambar berikut :
Menentukan sudut ap

mengikuti aturan sudut. Maka besarnya sudut ˠ sama dengan sudut BHC, seperti terlihat pada gambar berikut ini
Menentukan sudut ˠ

Dari gambar diatas besar ˠ dapat disusun dengan rumus
ˠ = ᾀ hc - ᾀ hb
ᾀ hb didapat dari ᾀ bh + 180o. Sedangkan
ᾀ hc didapat dari rumus berikut :

Kembali pada segitiga ABP, dap dapat ditentukan dengan rumus


Menentukan rumus dap
Bila menentukan koordinat titik P dari titik B, mempunyai rumus sebagai berikut
Xp = Xb + dbp sin ᾀ bp
Yp = Yb + dbp cos ᾀ bp
Penentuan koordinat P dari titik B

ᾀ bp dapat dicari dengan rumus :
ᾀ bp = ᾀ ab + (ᾀ +ˠ )
seperti terlihat pada gambar berikut :
Menentukan sudut bp

dbp dapat ditentukan dengan rumus


CITRA SATELIT

Citra adalah gambaran kenampakan permukaan bumi hasil penginderaan pada spectrum elektromagnetik tertentu yang ditayangkan pada layar atau disimpan pada media rekam atau cetak. Citra satelit adalah penginderaan jauh, yaitu ilmu atau seni cara merekam suatu objek tanpa kontak fisik dengan menggunakan alat pada pesawat terbang, balon udara, satelit, dan lain-lain. Dalam hal ini yang direkam adalah permukaan bumi untuk berbagai kepentingan manusia.
Berdasarkan Misinya,  satelit penginderaan jauh dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu satelit cuaca dan satelit sumberdaya alam.
  1. Citra satelit cuaca terdiri dari TIROS-1, ATS-1, GOES, NOAA AVHRR, MODIS, DMSP
  2. Citra satelit alam terdiri dari resolusi rendah, yaitu : SPOT, LANDSAT, dan ASTER dan citra satelit resolusi tinggi, yaitu : IKONOS dan QUICKBIRD
Berikut ini merupakan penjelasan dari macam-macam jenis citra satelit
- Satelit Landsat (land satelite)
Citra Landsat TM merupakan salah satu jenis citra satelit penginderaan jauh yang dihasilkan dari sistem penginderaan jauh pasif. Landsat memiliki 7 saluran dimana tiap saluran menggunakan panjang gelombang tertentu. Satelit landsat merupakan satelit dengan jenis orbit sunsynkron (mengorbit bumi dengan hampir melewati kutub, memotong arah rotasi bumi dengan sudut inklinasi 98,2 derajat dan ketinggian orbitnya 705 km dari permukaan bumi. Luas liputan per scene 185 km x 185 km. Landsat mempunyai kemampuan untuk meliput daerah yang sama pada permukaan bumi pada setiap 16 hari, pada ketinggian orbit 705 km (Sitanggang, 1999 dalam Ratnasari, 2000). Fungsi dari satelit landsat adalah untuk pemetaan penutupan lahan, pemetaan penggunaan lahan, pemetaan tanah, pemetaan geologi, dan pemetaan suhu permukaan laut.
http://rasyidenviro.files.wordpress.com/2012/01/tr3z9eq9.jpeg
Salah  satu contoh citra satelit Landsat
- Satelit SPOT (systeme pour I’observation de la terre)
Merupakan satelit milik perancis yang mengusung pengindera HRV (SPOT1,2,3,4) dan HRG (SPOT5). Satelit ini mengorbit pada ketinggian 830 km dengan sudut inklinasi 80 derajat. satelit SPOT memiliki keunggulan pada sistem sensornya yang membawa dua sensor identik yang disebut HRVIR (haute resolution visibel infrared). Masing-masing sensor dapat diatur sumbu pengamatanya kekiri dan kekanan memotong arah lintasan satelit merekam sampai 7 bidang liputan. Fungsi dari satelit SPOT adalah untuk akurasi monitoring bumi secara global.
https://lh3.googleusercontent.com/-Iv9vK2_VMDk/VCKPz4XYSPI/AAAAAAAABxw/xGC6-fAB1D4/s577-no/r33698_9_satellite_image_spot7_fidji_20140703%5B1%5D.jpg
Salah satu contoh citra satelit SPOT
- Satelit ASTER (advanced spaceborne emission and reflecton radiometer)
Satelit yang dikembangkan negara Jepang dimana sensor yang dibawa terdiri dari VNIR, SWIR, dan TIR. Satelit ini memiliki orbit sunshyncronus yaitu orbit satelit yang menyelaraskan pergerakan satelit dalam orbit presisi bidang orbit dan pergerakan bumi mengelilingi matahari, sedemikian rupa sehingga satelit tersebut akan melewati lokasi tertentu di permukaan bumi selalu pada waktu lokal yang sama setiap harinya. Ketinggian orbitnya 707 km dengan sudut inklinasi 98,2 derajat.
Salah satu contoh citra satelit ASTER
Salah satu contoh citra satelit ASTER
- Satelit QUICKBIRD
Merupakan satelit resolusi tinggi dengan resolusi spasial 61 cm, mengorbit pada ketinggian 450 km secara sinkron matahari, satelit ini memiliki dua sensor utama yaitu pankromatik dan multispektral. Quickbird diluncurkan pada bulan oktober 2001 di California, AS. Quickbird memiliki empat saluran (band). Fungsi dari satelit QUICKBIRD adalah untuk mendukung aplikasi kekotaan, pengenalan pola permukiman, perluasan daerah terbangun, menyajikan variasi fenomena yang tekait dengan kota, dan untuk lahan pertanian, terkait dengan umur, kesehatan, dan kerapatan tanaman semusim, sehingga seringkali dipakai untuk menaksir tingkat produksi secara regional.
Salah satu contoh citra satelit QUICKBIRD
Salah satu contoh citra satelit QUICKBIRD
- Satelit IKONOS
Ikonos adalah satelit resolusi spasial tinggi yang diluncurkan bulan september 1999. merekam data multispektral 4 kanal pada resolusi 4 m. Ketinggian orbitnya 681 km. Citra resolusi tinggi sangat cocok untuk analisis detil, misalnya wilayah perkotaan tapi tidak efektif apabila digunakan untuk analisis yang bersifat regional. Fungsi dari satelit IKONOS adalah untuk pemetaan topografi dari skala kecil hingga menengah, menghasilkan peta baru, memperbaharui peta topografi yang sudah ada, dan mengoptimalkan penggunaan pupuk dan herbisida.
http://resellercitrasatelit.files.wordpress.com/2013/03/ikonos.jpg
Salah satu contoh citra satelit IKONOS
-Satelit ALOS
Jepang menjadi salah satu negara yang paling inovatif dalam pengembangan teknologi satelit penginderajaan jarak jauh setelah diluncurkannya satelit ALOS (Advaced Land Observing Satellite) pada tanggal 24 Januari 2006. ALOS adalah satelit pemantau lingkungan yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan kartografi, observasi wilayah,pemantauan bencana alam dan survey sumber daya alam.
Salah satu contoh citra satelit ALOS
Salah satu contoh citra satelit ALOS
-Satelit GeoEye
GeoEye-1 merupakan Satelit pengamat Bumi yang pembuatannya disponsori oleh Google dan National Geospatial-Intelligence Agency (NGA) yang diluncurkan pada 6 September 2008 dari Vandenberg Air Force Base, California, AS. Satelit ini mampu memetakan gambar dengan resolusi gambar yang sangat tinggi dan merupakan satelit komersial dengan pencitraan gambar tertinggi yang ada di orbit bumi saat ini.
Salah satu contoh citra satelit geoeye
Salah satu contoh citra satelit geoeye
-Satelit WorldView
Satelit World View-2 adalah satelit generasi terbaru dari Digital globe yang diluncurkan pada tanggal 8 Oktober 2009. Citra Satelit yang dihasilkan selain memiliki resolusi spasial yang tinggi juga memiliki resolusi spectral yang lebih lengkap dibandingkan produk citra sebelumnya. Resolusi spasial yang dimiliki citra satelit WorldView-2 ini lebih tinggi, yaitu : 0.46 m – 0.5 m untuk citra pankromatik dan 1.84 m untuk citra multispektral. Citra multispektral dari World View-2 ini memiliki jumlah band sebanyak 8 band, sehingga sangat memadai bagi keperluan analisis-analisis spasial sumber daya alam dan lingkungan hidup.
Salah satu contoh citra satelit world view
Salah satu contoh citra satelit world view
-Satelit NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration)
Satelit NOAA merupakan satelit meterologi generasi ketiga milik ”National Oceanicand Atmospheric Administration” (NOAA) Amerika Serikat. Munculnya satelit ini untukmenggantikan generasi satelit sebelumnya, seperti seri TIROS (Television and Infra Red Observation Sattelite, tahun 1960-1965) dan seri IOS (Infra Red Observation Sattelite,tahun 1970-1976). Konfigurasi satelit NOAA adalah pada ketinggian orbit 833-870 km,inklinasi sekitar 98,7 ° – 98,9 °, mempunyai kemampuan mengindera suatu daerah 2 x dalam 24 jam (sehari semalam).
Seri NOAA ini dilengkapi dengan 6 (enam) sensor utama, yaitu :
1. AVHRR (Advanced Very High Resolution Radiometer);
2. TOVS (Tiros Operational Vertical Sonde);
3. HIRS (High Resolution Infrared Sounder (bagian dari TOVS);
4. DCS (Data Collection System)
5. SEM (Space Environtment Monitor);
6. SARSAT (Search And Rescue Satelite System).
Satelit NOAA digunakan untuk membuat peta suhu permukaan laut (Sea Surface Temperature Maps/SST Maps), monitoring iklim, studi El Nino, dan deteksi ars laut untuk memandu kapal-kapal pada dasar laut dengan ikan berlimpah.
Salah satu contoh citra satelit NOAA
Salah satu contoh citra satelit NOAA
Selain dari citra satelit yang disebtkan di atas, masih ada tiga jenis citra satelit lagi yang sering digunakan, yaitu Terra, IRS (The Indian Remote Sensing) dan Meteosat.
-Terra
Terra adalah sebuah citra satelit yang merupakan sebuah spectrometer citra beresolusi tinggi yang dapat mengamati tempat yang sama di permukaan bumi setiap hari. Fungsi dari citra satelit ini adalah untuk pengamatan vegetasi, radiasi permukaan bumi, pendeteksian tutupan lahan, pendeteksian kebakaran hutan, dan pengkuran suhu permukaan bumi.
Salah satu contoh citra satelit TERRA
Salah satu contoh citra satelit TERRA
-The Indian Remote Sensing (IRS)
IRS adalah sistem satelit untuk meyediakan informasi manajemen sumberdaya alam yang berharga. Fungsi dari citra satelit ini adalah untu perencanaan perkotaan dan manajemen bencana.
Salah satu contoh citra satelit IRS
Salah satu contoh citra satelit IRS
-Meteosat
Meteosat adalah sebuah satelit geostasioner yang digunakan dalam program meteorologi dunia. Mengamati fenomena yang relevan bagi ahli meteorologi.
Salah satu contoh citra satelit Meteosat
Salah satu contoh citra satelit Meteosat
Setelah kita mengetahui apa saja jenis citra satelit dan penggunaannya, tulisan kali ini juga akan membahas tentang materi pada pertemuan 1, yaitu bagaimana cara menggabungkan band pada citra landsat, sehingga citra landsat yang pada awalnya belum berbentuk rgb (red, green, blue) menjadi rgb. So check this out :)
Add file landsat yang terdiri dari beberapa bands
Add file landsat yang terdiri dari beberapa bands
Lalu klik data management tools
Lalu klik data management tools
Kemudian klik raster
Kemudian klik raster
Kemudian klik raster
Kemudian klik raster
4
Kemudian pada raster processing, klik composite band
Kemudian, pada input raster, klik band1.tif
Kemudian, pada input raster, klik band1.tif
Lakukan hal yang sama pada band2.tif sampai band5.tif
Lakukan hal yang sama pada band2.tif sampai band5.tif, lalu klik ok
Maka akan terlihat hasil proses composite band, dan klik close ketika kotak composite band tertulis complete
Maka akan terlihat hasil proses composite band, dan klik close ketika kotak composite band tertulis complete
Untuk mengatur warna rgb, klik properties
Untuk mengatur warna RGB, klik properties
Kemudian klik toolbar symbology, lalu ubah band1 menjadi band 3
Kemudian klik toolbar symbology, lalu ubah band1 menjadi band3
Kemudian ubah band3 menjadi band1
Kemudian ubah band3 menjadi band1
Setelah itu, lihat hasilnya, maka warna RGB sudah sesuai dengan data citra satelit aslinya
Setelah itu, lihat hasilnya, maka warna RGB sudah sesuai dengan data citra satelit aslinya

Rabu, 22 Oktober 2014

Pengukuran Krangka Horizontal

PENGERTIAN
     Pengertian Posisi Horizontal dalam ilmu ukur tanah adalah tempat kedudukan titik dipermukaan bumi yang telah diproyeksikan terhadap suatu bidang datar tertentu yang besarannya ditentukan dengan koordinat kartesian bidang datar ( absis dan ordinat ) dengan cara ILMU PROYEKSI PETA.

Ada dua komponen besaran yang harus ditetapkan dalam penentuan posisi yaitu :
Jarak
    -  Jarak Datar : adalah jarak yang diukur diatas permukaan horizontal pengamat ke proyeksi lainnya        diatas horizon pengamat tadi.
    -  Jarak Miring : adalah jarak yang dikur diatas permukaan tanahdari satu titik ketitik lainnya tanpa melihat kemiringan tanahnya.
Sudut
    -  Sudut mendatar
    -  Sudut Miring
    -  Sudut Jurusan
Pengukuran Kerangka Horizontal

METODE PENGUKURAN POSISI HORIZONTAL
 Penentuan titik Tunggal
    -  Methoda Polar
    -  Methoda Perpotongan Kemuka
    -  Methoda Perpotongan Kebelakang
Penettuan Banyak Titik
    - Methoda Poligon
    - Methoda Triangulasi
    - Methoda Trilatersi
    - Methoda Satelit ( GPS )
Metode Polar










Jumat, 10 Oktober 2014

RESUME SISTEM KOORDINAT

RESUME SISTEM KOORDINAT


Untuk mengetahui zona keberapa suatu garis bujur yang dibagis per 6º tersebut, kita dapat mencarinya dengan cara sebagai berikut.
Jika kita ingin mengetahui zona bujur barat, misalnya pada 154º BB, kita dapat menuliskan
30 - (154 : 6)  =  30 - 25,6
                       =  4,4    →   Karena sudah 4 lebih sedikit jadi dibulatkan menjadi 5.
Maka, 154º BB terletak di zona ke-5. 

Sedangkan untuk mengetahui zona pada bujur timur, misalnya pada 128º BT, kita dapat menuliskan
30 + (128 : 6)  =  30 + 21,3
                        =  51,3    →   Karena sudah 51 lebih sedikit jadi dibulatkan menjadi
                            52.
Maka, 128º BT terletak di zona ke-52.

Untuk jawaban contoh peletakan zona pada UTM yang kami pos sebelumnya yang benar adalah sebagai berikut:

121º BT berada pada zona 51, karena zona 51 terhitung dari 126º BT - 120º BT.
114º BT berada pada zona 50, karena zona 50 terhitung dari 114º BT - 120º BT.
107º BB berada pada zona 13, karena zona 13 terhitung dari 108º BB - 102º BB.

91º BB berada pada zona 15, karena zona 15 terhitung dari 96º BB - 90º BB.

RESUME SISTEM KOORDINAT


Untuk mengetahui zona keberapa suatu garis bujur yang dibagis per 6º tersebut, kita dapat mencarinya dengan cara sebagai berikut.
Jika kita ingin mengetahui zona bujur barat, misalnya pada 154º BB, kita dapat menuliskan
30 - (154 : 6)  =  30 - 25,6
                       =  4,4    →   Karena sudah 4 lebih sedikit jadi dibulatkan menjadi 5.
Maka, 154º BB terletak di zona ke-5. 

Sedangkan untuk mengetahui zona pada bujur timur, misalnya pada 128º BT, kita dapat menuliskan
30 + (128 : 6)  =  30 + 21,3
                        =  51,3    →   Karena sudah 51 lebih sedikit jadi dibulatkan menjadi
                            52.
Maka, 128º BT terletak di zona ke-52.

Untuk jawaban contoh peletakan zona pada UTM yang kami pos sebelumnya yang benar adalah sebagai berikut:

121º BT berada pada zona 51, karena zona 51 terhitung dari 126º BT - 120º BT.
114º BT berada pada zona 50, karena zona 50 terhitung dari 114º BT - 120º BT.
107º BB berada pada zona 13, karena zona 13 terhitung dari 108º BB - 102º BB.

91º BB berada pada zona 15, karena zona 15 terhitung dari 96º BB - 90º BB.